Mengenal Pembeda Geogrid dan Geotextile Distributor Geotextile Bagus Blora 2017 2018 2019 2020
Distributor Geotextile Bagus Blora 2017 2018 2019 2020
Sekarang
ini, sudah dapat didapati sebuah
teknologi baru terkait struktur perkuatan bawah yaitu penguatan tanah.
Teknologi ini kemudian dinamai Geogrid. Ini merupakan pengembangan dari
teknologi Geosintetik yang dikenal dengan nama Geotextile. Peruntukan dari
Geosintetik ini adalah untuk perkuatan dan stabilisasi tanah dasar. Geogrid
sendiri adalah inovasi yang dibuat untuk menutupi kekurangan pada geotextile.
Terutama masalah kekakuan bahan dan mekanisme perkuatan. Suatu hal yang tidak
dimiliki Geotextile, namun Geogrid dapat menyediakannya.
Sebagai
gambaran, terkait dengan kekakuan bahan, Geogrid memiliki kekakuan bahan yang
lebih tinggi dibandingkan geotextile. Dan sebagaimana diketahui bahwa kekakuan
penting dalam suatu struktur perkerasan, sebab tanah dasar yang lunak akan
menerima gaya tekan dari beban diatasnya sehingga diperlukan bahan penguat yang
tepat.
Begitupun
dengan pelaksanaan dari pekerjaan penghamparan. Pada pekerjaan penghamparan
Geotextile diatas tanah lunak/lumpur, umumnya ditemui kesulitan saat
menghamparkan. Seperti pada visualisasi gambar di kiri bawah, ditunjukkan bahwa
Geotextile tidak sanggup menahan beban berat badan pekerja sehingga kaki
pekerja amblas kedalam lumpur. Sementara, gambar di kanan bawah menunjukkan
bahwa penghamparan dari Geogrid tidak mengalami kesulitan, karena saat
penghamparannya diatas tanah lunak, kaki pekerja tidak masuk kedalam lumpur. Mengenai
mekanisme perkuatan, Geogrid menggunakan system interlocking (mengunci agregat),
sementara Geotextile hanya mengandalkan tensile strength. Mengenai mekanisme
interlocking pada Geogrid, ini bekerja seperti halnya tulangan pada system
perkerasan rigid yaitu berfungsi memperkaku material di atasnya (Confinement
effect).
Biasanya,
Geogrid terbuat dari bahan polimer, sebagai contoh adalah poliester,
polietilena atau polyproylene . Mereka mungkin woven atau rajutan dari benang,
panas dilas dari strip dari berbagai bahan, atau terbuat dari pola yang teratur
dari lubang di lembar materi, kemudian membentang ke dalam kotak. Pengembangan
metode pembuatan bahan polimer yang relatif kaku oleh tarikkan, meningkatkan kemungkinan bahwa bahan-bahan
tersebut dapat digunakan dalam penguatan tanah untuk dinding, lereng curam,
dasar jalan dan tanah pondasi. Oleh sebab itu, sudah sangat pantas bahwa fungsi
utama dari geogrids adalah dalam bidang penguatan tanah untuk mendukung
bangunan.
Sedangkan
pada Geotextile mekanismenya adalah membrane effect yang mengandalkan tensile
strength sehingga masih terjadi lendutan yang akan mengakibatkan penurunan
setempat (differential settlement). Geotekstil adalah lembaran sintesis yang
tipis, fleksibel, permeable yang digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan
tanah dikaitkan dengan pekerjaan teknik sipil. Pemanfaatan geotekstil merupakan
cara moderen dalam usaha untuk perkuatan tanah lunak. Beberapa fungi dari
geotekstil yaitu: untuk perkuatan tanah lunak, untuk konstruksi teknik sipil
yang mempunyai umur rencana cukup lama dan mendukung beban yang besar seperti jalan rel dan
dinding penahan tanah, sebagai lapangan pemisah, penyaring, drainase dan
sebagai lapisan pelindung. Geotextile dapat digunakan sebagai perkuatan
timbunan tanah pada kasus : Timbunan tanah diatas tanah lunak, Timbunan diatas
pondasi tiang, dan Timbunan diatas tanah yang rawan subsidence.
banjarnegara, banyumas, batang, blora, boyolali, brebes, cilacap, demak, gerobogan, jepara, karanganyar, kebumen, kendal, klaten, kudus , purwodadi, rembang, tuban, magelang, pati, pekalongan, pemalang, purbalingga, purworejo, rembang, semarang, sragen, sukoharjo, tegal , temanggung, wonogiri, wonosobo, magelang, pekalongan, salatiga, surakarta, tegal, sleman, wates, gunung kidul, purworejo, bantul




















0 komentar