Beberapa Jenis Geotextile Alamat Geotextile Berkualitas Cilacap 2017 2018 2019 2020
Alamat Geotextile Berkualitas Cilacap 2017 2018 2019 2020
Seperti
kata “ tekstil” yang tertera pada namanya, Geotekstil berbentuk layaknya
lembaran kain yang dianyam, dirajut, maupun dikompres yang terbuat dari serat –
serat polimer. Geotekstil merupakan Geosintetik yang bersifat permeable.
Menurut ASTM D4439, Geotekstil didefinisikan sebagai : Geosintetik permeabel
yang semata-mata berbentuk tekstil. Geotekstil digunakan pada pondasi, tanah,
batuan, bumi, atau aplikasi Geoteknik lainnya sabagai material pelengkap dalam
suatu produk, struktur maupun sistem buatan manusia. Geotekstil merupakan
bagian terbesar dari Geosintetik karena fungsinya yang cukup variatif. Sebagian
besar Geotekstil terbuat dari Polypropylene, walaupun penggunaan Polyester dan
Polyethylene cukup banyak ditemukan. Bahan – bahan polymer di atas dibentuk
menjadi serat – serat ( benang – benang ) yang kemudian difabrikasikan menjadi
Geotekstil woven dan non-woven. Beberapa detail dasar yang perlu diketahui dari
bahan Geotekstil adalah tipe serat dan tipe penyatuan serat.
Geotekstil
digolongkan menjadi 2 ( dua ) tipe, Woven dan Non Woven. Woven : tipe
Geotekstil dengan pori yang lebih besar dan anyaman seratnya lebih teratur. Non – Woven : tipe Geotekstil dengan pori
sangat kecil dan seratnya tidak teratur dan tidak di anyam. Sementara itu, tipe
serat dibagi menjadi 7 jenis : Monofilament, Multifilament, Staple Fibers,
Continuous Filament, Staple yarn, Silt Film Monofilament, Slit Film
Multifilament.
Beberapa
keuntungan menggunakan geotekstil, diantaranya : Pertama, mencegah kontaminasi
agregat subbase dan base oleh tanah dasar lunak dan mendistribusikan beban
lalulintas yang efektif melalui lapisan-lapisan timbunan. Kedua, meniadakan
kehilangan agregat timbunan ke dalam tanah dasar yang lunak dan memperkecil
biaya dan kebutuhan tambahan ‘lapisan agregat terbuang’. Ketiga, mengurangi
tebal galian stripping dan meminimalkan pekerjaan persiapan. Keempat, meningkatkan
ketahanan agregat timbunan terhadap keruntuhan setempat pada lokasi beban
dengan memperkuat tanah timbunan. Kelima,
mengurangi penurunan dan deformasi yang tidak merata serta deformasi dari
struktur jadi.
Selain
itu, geotekstil juga mempunyai kelemahan, yaitu SINAR ULTRAVIOLET, karena bahan
geosintetik akan mengalami degradasi yang cepat dibawah terik sinar matahari.
Dalam
penggunaan Geotextile sendiri, ada metode pemasangan yang perlu diperhatikan.
Geotextile harus digelar di atas tanah dalam keadaan terhampar tanpa gelombang
atau kerutan. Sambungan geotekstil tiap
lembarannya dipasang overlapping terhadap lembaran berikutnya. Pada daerah
pemasangan yang berbentuk kurva (misalnya tikungan jalan), geotekstil dipasang
mengikuti arah kurva. Jangan membuat overlapping atau jahitan pada daerah yang
searah dengan beban roda (beban lalu-lintas). Jika Geotextile dipasang untuk
terkena langsung sinar matahari maka digunakan geotekstil yang berwarna hitam.
Sekarang, geotextile sudah banyak digunakan oleh banyak konraktor. Kegunaanya
yang lumayan banyak dan sangat berperan membuat geotextiile semakin diminati.
Apalagi yang paling berguna dari geotextile adalah yang berhubungan dengan
konstruksi tanah.
banjarnegara, banyumas, batang, blora, boyolali, brebes, cilacap, demak, gerobogan, jepara, karanganyar, kebumen, kendal, klaten, kudus , purwodadi, rembang, tuban, magelang, pati, pekalongan, pemalang, purbalingga, purworejo, rembang, semarang, sragen, sukoharjo, tegal , temanggung, wonogiri, wonosobo, magelang, pekalongan, salatiga, surakarta, tegal, sleman, wates, gunung kidul, purworejo, bantul



















0 komentar